Langsung ke konten utama

Cedera Hamstring dan Pencegahannya

Cedera hamstring adalah kondisi ketika otot hamstring mengalami tarikan atau robekan. Meski dapat terjadi pada siapa saja, cedera hamstringlebih umum dialami oleh olahragawan.

Hamstring terdiri dari tiga otot besar yang terletak di belakang paha dan memanjang dari pinggul hingga bagian bawah lutut.

Berdasarkan keparahan kondisi, cedera hamstring dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, terjadi tarikan ringan pada otot hamstring
  • Tingkat 2, terjadi robekan pada sebagian otot hamstring
  • Tingkat 3, terjadi robekan pada seluruh bagian otot hamstring

Penyebab Cedera Hamstring


Penyebab utama cedera hamstring adalah meregangnya otot hamstring melebihi batas, terutama saat melakukan gerakan yang tiba-tiba dan eksplosif. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko cedera hamstring:

  • Istirahatkan tungkai yang cedera dan usahakan untuk tidak melakukan aktivitas terlebih dahulu. Jika perlu, gunakan alat bantu, seperti tongkat, agar tungkai yang cedera tidak menahan terlalu banyak beban.
  • Kompres tungkai yang cedera dengan es selama 20 menit setiap 2–3 jam sekali untuk beberapa hari.
  • Lilitkan perban elastis pada bagian yang cedera untuk mengurangi bengkak.
  • Letakkan tungkai yang cedera di atas bantal agar posisinya lebih tinggi dari tubuh, terutama saat duduk atau berbaring.

Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat diberikan dokter untuk menangani cedera hamstring adalah jenis (NSAIDs), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat tersebut dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

Fisioterapi

Fisioterapi akan dianjurkan oleh dokter setelah nyeri dan pembengkakan mereda. Dokter akan memberikan latihan khusus untuk meningkatkan kelenturan dan memperkuat otot hamstring.

Operasi

Operasi akan dilakukan pada kondisi otot terlepas dari tulang akibat tarikan yang hebat. Operasi dilakukan untuk memasangkan kembali otot yang terlepas.

Komplikasi Cedera Hamstring

Komplikasi cedera hamstring umumnya terjadi akibat pasien sudah melakukan aktivitas berat sebelum kondisi benar-benar sembuh. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:

  • Cedera berulang
  • Otot mengecil karena jarang digunakan akibat terlalu sering menggunakan alat bantu, seperti tongkat

Pencegahan Cedera Hamstring

Cedera hamstring lebih mudah dicegah daripada diobati. Lakukan hal-hal berikut untuk menghindari terjadinya cedera hamstring:

  • Lakukan peregangan dan latihan penguatan otot hamstring secara rutin.
  • Lakukan pemanasan terlebih dahulu
  • Tingkatkan intensitas latihan secara perlahan.
  • Hentikan latihan jika merasakan sakit di bagian belakang paha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batang Otak , Diensefalon, Serebrum, dan Serebelum Serta Fungsinya

BATANG OTAK : ​•Otak Tengah Berisi jalur Asendens dan Desendens serta Nuklei Saraf Kranial Spesifik (Penting untuk Pengendalian Motorik) ​•Pons Berisi Nuklei untuk pengaturan pernapasan dan Untuk saraf kranial V, VI dan VII   ​•Medula Oblongata Mengatur pernapasan, jantung, dan pusat vasomotor, berisi nuklei untuk saraf kranial VIII hingga XII DIENSEFALON : ​Talamus mengantarkan informasi ke area sensorik kortikal spesifik ​Hipotalamus mengendalikan suhu tubuh, emosi, agresi, makan, minum, siklus tidur/bangun, perilaku seksual, dan pengaturan saraf otonom SEREBRUM ​•Hemisfer Serebral lihat fungsi setiap lobus di tabel 4-67 •​Ganglia Basal Membentuk sistem motorik penghubung  yang disebut ekstrapiramidal; penting dalam penyusunan rencana motorik dan penyesuaian gerakan SEREBELUM : ​•Arkiserebelum ekuilibrium dan pengaturan tonus otot •​Paleoserebelum Pemeliharaan Postur dan pengendali gerakan volunter ​•Neoserebelum Ko...