Langsung ke konten utama

Postingan

Reflek Fisiologis dan Reflek Patologis

Reflek Fisiologis 1. Reflek Bisep •pasien posisi duduk, lengan dipangku  • ketukan pada jari pemeriksa yg ditempatkan pada M.Bisep brachii posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku Respon : fleksi lengan pada sendi siku 2. Reflek Trisep •pasien duduk Cara : Ketukan pada tendon trisep, posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku 3. Reflek pattela •Pasien duduk • Cara : ketukan pada tendon patela Respon : Plantar fleksi kaki karena kontraksi m. Quadrisep femoris 4. Reflek Achilles • Pasien duduk • Cara : ketukan pada tendon achilles Respon : plantar fleksi karena kontraksi m. Gastrocnemius REFLEK PATOLOGIS 1. Reflek Babinski • Pasien berbaring, kaki dalam keadaan lurus •Tangan kiri pemeriksa memegang pergelangan kaki pasien • Goreslah telapak kaki bagian lateral dari posterior ke anterior Respon (+) : terjadi gerakan dorsofleksi ibu jari kaki dan pengembangan jari kaki lainnya 2. Refllek Chaddok • Pasien berbaring •Gore...
Postingan terbaru

Sindrom De Quervain: Diagnosis dan Tatalaksana

Sindrom De Quervain adalah suatu bentuk peradangan selaput tendon di sarung sinovial yang menyelubungi otot extensor pollicis brevis dan otot abductor pollicis longus disertai nyeri. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penatalaksanaan berupa cara non-bedah dan pembedahan. ETIOLOGI •​Overuse Gerakan berlebihan dan terlalu membebani sendi carpometacarpal I dapat menyebabkan ruptur dan peradangan akibat gesekan, tekanan, dan iskemia daerah persedian •​Trauma langsung Trauma yang langsung mengenai tendon otot abductor pollicis longus dan extensor pollicis brevis dapat merusak jaringan serta menyebabkan peradangan yang bisa menimbulkan nyeri. •​Radang sendi Kerusakan sendi akibat proses radang mengakibatkan erosi tulang pada bagian tepi sendi akibat invasi jaringan granulasi dan akibat resorbsi osteoklas. Kemudian pada tendon terjadi tenosinovitis disertai invasi kolagen yang dapat menyebabkan ruptur tendon.i PATOFISIOLOGI Gerakan dan beban berlebihan pad...

Batang Otak , Diensefalon, Serebrum, dan Serebelum Serta Fungsinya

BATANG OTAK : ​•Otak Tengah Berisi jalur Asendens dan Desendens serta Nuklei Saraf Kranial Spesifik (Penting untuk Pengendalian Motorik) ​•Pons Berisi Nuklei untuk pengaturan pernapasan dan Untuk saraf kranial V, VI dan VII   ​•Medula Oblongata Mengatur pernapasan, jantung, dan pusat vasomotor, berisi nuklei untuk saraf kranial VIII hingga XII DIENSEFALON : ​Talamus mengantarkan informasi ke area sensorik kortikal spesifik ​Hipotalamus mengendalikan suhu tubuh, emosi, agresi, makan, minum, siklus tidur/bangun, perilaku seksual, dan pengaturan saraf otonom SEREBRUM ​•Hemisfer Serebral lihat fungsi setiap lobus di tabel 4-67 •​Ganglia Basal Membentuk sistem motorik penghubung  yang disebut ekstrapiramidal; penting dalam penyusunan rencana motorik dan penyesuaian gerakan SEREBELUM : ​•Arkiserebelum ekuilibrium dan pengaturan tonus otot •​Paleoserebelum Pemeliharaan Postur dan pengendali gerakan volunter ​•Neoserebelum Ko...

Frozen Shoulder

Frozen shoulder merupakan suatu kondisi yang menyebabkan keterbatasan gerak sendi bahu yang sering terjadi tanpa dikenali penyebabnya adanya keterbatasan lingkup gerak sendi baik secara aktif mapun pasif adanya nyeri mobilisasi pasif terbatas dalam pola capsular dengan gerakan eksternal rotasi yang paling terbatas diikuti oleh gerakan abduksi dan internal rotasi (Donatelli, 2012) Etiologi Frozen shoulder penyebabnya tidak diketahui. Diduga penyakit ini merupakan respon autoimun terhadap hasil-hasil rusaknya jaringan lokal.  Faktor pencetus frozen shoulder disebabkan oleh trauma, injuri, juga penggunaan sendi bahu secara berlebih. faktor lain karena imobilisasi lama, imunitas tubuh, hemiparese, dan diabetes melitus (Cluett, 2007) Patologi Peradangan fibrous yang terjadi pada kapsul sendi akan mengakibatkan adhesi pada bursa subdeltoid, adhesi intraartikuler dan artikuler. Perlengketan yang terjadi menyebabkan pergerakan sendi menjadi terbatas (Shiel, 2006). Frozen shoul...

CARPAL TUNNEL SYNDROME

  Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah entrapment neuropathy yang terjadi akibat adanya penekanan nervus medianus pada saat melalui terowongan karpal di pergelangan tangan tepatnya di bawah fleksor retinaculum. Etiologi Secara umum penyebab carpal tunnel syndrome karena faktor keturunan, pekerjaan, trauma dan inflamasi. Syndrome carpal tunnel terjadi ketika jaringan disekitar tendon fleksor pada pergelangan tangan membengkak dan menekan saraf medianus (Mujianto, 2013). Patofisilogi Pada umumnya CTS terjadi secara kronis karena faktor mekanik dan faktor vaskuler. Faktor mekanik berupa gerakan berulang dengan kontraksi yang kuat menimbulkan pembekakan sarung tendon dalam terowongan karpal kemudian menimbulkan tekanan pada nervus medianus. Sedangkan faktor vaskuler berupa tekanan yang kuat, lama, dan berulang-ulang yang akan menyebabkan peninggian tekanan intravaskuler sehingga aliran darah intravaskuler melambat dan merusak endotel menyebabkan nyeri local (Eka, 2005). Tanda dan Gejala...

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik

A. Pengertian  Latihan aktif dan pasif / ROM adalah merupakan suatu kebutuhan manusia untuk  melakukan pergerakan dimana pergerakan tersebut dilakukan secara bebas.  latihan aktif dan pasif / ROM dapat dilakukan kapan saja dimana keadaan fisik  tidak aktif dan disesuaikan dengan keadaan pasien.  Range of Motion (ROM) adalah suatu teknik dasar yang digunakan untuk menilai  gerakan dan untuk gerakan awal ke dalam suatu program intervensi  terapeutik. B. Tujuan  1. Untuk memelihara fungsi dan mencegah kemunduran.  2. Untuk memelihara dan meningkatkan pergerakan dari persendian.  3. Untuk merangsang sirkulasi darah.  4. Untuk mencegah kelainan bentuk.  5. Untuk memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.  C. Langkah-langkah Latihan Aktif dan Pasif / ROM  1. Latihan pasif anggota gerak atas a. Gerakkan menekuk dan meluruskan sendi bahu :  ✓Tangan satu penolong memegang siku,      tangan lainnya memegang ...

Cedera Hamstring dan Pencegahannya

Cedera hamstring adalah  kondisi ketika otot hamstring mengalami  tarikan ata u robekan .   Meski dapat terjadi pada siapa saja,  c edera  hamstring lebih  umum   dialami oleh  olahragawan . Hamstring terdiri dari tiga otot besar yang terletak di belakang paha dan memanjang dari pinggul hingga bagian bawah lutut. Berdasarkan keparahan kondisi, cedera hamstring dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: Tingkat 1, terjadi tarikan ringan pada otot hamstring Tingkat 2, terjadi robekan pada sebagian otot hamstring Tingkat 3, terjadi robekan pada seluruh bagian otot hamstring Penyebab Cedera Hamstring Penyebab utama cedera hamstring adalah meregangnya otot hamstring melebihi batas, terutama saat melakukan gerakan yang tiba-tiba dan eksplosif. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko cedera hamstring: Istirahatkan tungkai yang cedera dan usahakan untuk tidak melakukan aktivitas terlebih dahulu. Jika perlu, gunakan alat bantu, seperti ...